Sahabatku Percikan Iman. Tidak ada umru, merupakan rahasia
ilmu ghaib yang di turunkan oleh Allah swt. Allah telah menetapkan setiap jiwa
pasti akan merasakannya. Kematian tidak pandang bulu.
Apabila sudah tiba saatnya, malaikat pencabut nyawa akan
segera menunaikan tugasnya. Dia tidak mau menerima pengunduran jadwal, barang
sedetik sekalipun. Sebab itu bukan sifat malaikat
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa
dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah
beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang
memperdayakan“. (Surat Ali ‘Imran Ayat 185)
“di mana pun km sekarang atau kapanpun, kepergian akan
mendapatkan kamu, serta kamu dalam benteng yang tinggi lagi kokoh“. (Surat
An-Nisa’ Ayat 78)
Manusia tenggelam dalam seribu satu kesenangan dunia,
sementara ia lalai mempersiapkan diri menyambut akhiratnya. Berbeda dengan para
malaikat yang senantiasa patuh dan mengerjakan perintah Tuhannya.
Duhai, tidakkah manusia sadar. Seandainya dia tahu apa isi
neraka saat ini juga pasti dia akan menangis, menangis dan menangis. Yaallah, apakah
ada orang yg tidak merasa takut dari neraka. Sebuah tempat penuh siksa. Sebuah
negeri kengerian dan jeritan manusia-manusia durhaka.
Neraka ada di hadapan kita, dengan apakah kita akan
membentengi diri darinya ? benarkah dengan menambah kesalahan kita & dosa,
hari demi hari, malam demi malam, Sehingga membuat hati ini bertambah menjadi
hitam? Akankah kita tidak ingat ketika itu kita berbuat dosa, lalu sesudahnya
kita melakukannya, kemudian sesudahnya kita melakukannya ? Sampai kapan engkau
jera ?
“Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu,
jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu
terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali
sebentar saja“ (Surat Al-Ahzab Ayat 16)
Sahabatku, hanya ada 2 jenis kepastian kematian. Dan kita
pasti memilih salah satu diantaranya, Khusnul Hatimah kah? atau sebaliknya Suul
Khatimah.
Su’ul khotimah hanya terjadi pada orang yang rusak batinnya,
rusak keyakinannya, serta rusak amalan lahiriahnya; yakni terhadap orang-orang
yang nekat melakukan dosa-dosa besar dan berani melakukan perbuatan-perbuatan
maksiat. Kemungkinan semua dosa itu demikian mendominasi dirinya sehingga ia
meninggal saat melakukannya, sebelum sempat melakukan taubat dengan
sungguh-sungguh.
Berbuat Syirik, Terus-menerus maksiyat, melecehkan agama,
dzalim kepada esama, sombong dan berteman dengan orang-orang jahat akan
berpotensi mendatangkan su’ul khatimah. Dan jika itu terjadi maka ayat ini akan
terjadi pada pemilik statusnya
Allah berfirman yang artinya, “(Ingatlah) hari ketika orang
yang zalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu)
aku mengambil jalan yang lurus bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku,
kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrabku” (QS. Al
Furqaan [25] : 27-28)
Kesemuanya adalah biang dari segala keburukan, bahkan akar
dari semua kejahatan. Setiap orang yang berakal hendaknya mewaspadai dan
menghindarinya, demi menghindari su’ul khotimah. Selalu bertaubat dan merenungi
diri, karena manusia memang tidak pernah terlepas dari dosa.
Sebaliknya sebuah kematian yang indah yakni Husnul Khatimah,
dapat terlihat dan dilihat. Walaupun itu juga tidak mutlak, karena yang paling
tahu hanyalah Allah Swt. Beberapa cirinya adalah :
(1) Mengucapkan kalimat tauhid laa ilaaha illallaah saat
meninggal. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang akhir ucapan dari
hidupnya adalah laa ilaaha illallaah, pasti masuk surga” (HR. Abu Dawud)
(2) Meninggal pada malam Jum’at atau pada hari Jum’at.
Rasulullah Saw bersabda, “Setiap muslim yang meninggal pada hari atau malam
Jum’at pasti akan Allah lindungi dari siksa kubur” (HR.Ahmad)
(3) Meninggal dengan dahi berkeringat. Rasulullah Saw
bersabda, “Orang mukmin itu meninggal dengan berkeringat di dahinya” (HR.
Ahmad, Tirmidzi)
(4) Meninggal karena wabah penyakit menular dengan penuh
kesabaran dan mengharapkan pahala dari Allah, seperti penyakit kolera, TBC dan
lain sebagainya. Wanita yang meninggal saat nifas karena melahirkan anak. Nabi
Saw bersabda, “Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya berarti
mati syahid. Sang anak akan menarik-nariknya dengan riang gembira menuju surga”
(HR. Ahmad)
Sekali lagi, ciri tersebut bukan digunakan untuk menghakimi
orang-orang yang meninggal kemudian melabeli begitu saja. Apakah dia suul
khatimah atau husnul khatimah.
Mari kita gunakan ciri-ciri tersebut untuk mempersiapkan
masing-masing dari kita untuk meng-khusnul khatimahkan kematian yang PASTI
datang itu.